Mahasiswa Jerman Berkolaborasi dengan Mahasiswa PMLP Unika Dalam Penelitian Di Tambak Lorok

Quelle: UNIKA Soegijapranata (http://news.unika.ac.id/2018/08/mahasiswa-jerman-berkolaborasi-dengan-mahasiswa-pmlp-unika-dalam-penelitian-di-tambak-lorok/)

 

Presentasi hasil kerja lapangan yang menjadi bagian dalam mata kuliah di Program Magister Lingkungan Perkotaan (PMLP) Unika, telah dilaksanakan oleh para mahasiswa PMLP Unika Soegijapranata berkolaborasi dengan 11 mahasiswa dan 1 orang dosen  dari Leibniz Hannover Jerman, pada hari Kamis (23/8) bertempat di ruang seminar PMLP Unika.

Presentasi yang dihadiri oleh Ketua Program PMLP  P Donny Danardono, SH., Mag. Hum, dan Sekretaris Program Hotmauli Sidabalok, SH., CN., M.Hum, juga dosen pendamping para mahasiswa dari Leibniz Hannover Jerman Andreas Kurschat  serta para mahasiswa PMLP dan umum ini, merupakan pemaparan dari masing-masing kelompok yang terdiri dari gabungan antara mahasiswa PMLP dan para mahasiswa asing yang dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu pengamatan kuantitatif, kualitatif dan melakukan workshop bersama masyarakat.

Dalam penjelasannya Oely Sidabalok mengungkapkan bahwa para mahasiswa dari Liebniz Hannover Jerman ini hadir di Unika dalam rangka kerja lapangan selama tiga minggu tentang perilaku hidup sehat  di Tambak Lorok sebagai wujud kerja sama beberapa pihak, mulai dari Kelurahan Tanjung Mas, Kelompok Swadaya Masyarakat Kampung Bahari Tambak Lorok, Puskesmas Bandarharjo, Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS), Bildung und Gesundheit für Indonesien e.V (BUGI) Jerman,  Kirchlicher Entwicklungsdienst der evangelisch-lutherischen Landeskirchen in Braunschweig und Hannovers (KED),  dan Unika Soegijapranata serta Universitas Leibniz Hannover, Jerman.

“Rombongan 11 mahasiswa dan 1 orang dosen dari Jerman berada di Semarang selama tiga minggu. Kegiatan ini sebagai bentuk respon sosial terhadap   project  bersama berbagai pihak tersebut dalam membangun infrastruktur MCK (mandi, cuci, kakus) publik di Tambak Lorok. Hal tersebut muncul karena kondisi lingkungan Tambak Lorok yang  sering  terkena rob sehingga masyarakat terpaksa harus menaikkan rumahnya sementara septic tank itu kan nggak bisa terus menerus dinaikkan karena harganya mahal juga, maka mereka menggunakan bambu-bambu yang mengarah ke sungai yang disebut dengan helikopter untuk BAB. Untuk itu teman-teman Liebniz Hannover dan mahasiswa PMLP Unika itu melakukan  kerja lapangan yang bersifat sosial untuk mengetahui  perilaku  masyarakat yang berpengaruh kepada kesehatan lingkungan” terang Oely Sidabalok

“Di tahun pertama mereka ingin melihat  bagaimana perilaku kesehatan masyarakat sebelum ada  MCK Publik. Lalu kemungkinan kerja sama ini akan berlanjut di tahun kedua dengan fokus untuk membandingkan perubahan perilaku lingkungan dan kesehatan. Hasil kolaborasi kerja lapangan  antara mahasiswa Liebniz Hannover dan mahasiswa Unika Soegijapranata inilah  yang dipresentasikan dalam forum diskusi tadi berupa pengamatan kondisi kuantitatif, kualitatif dan workshop. Di sisi kualitatif itu mereka melihat bagaimana perilaku masyarakat, lalu di sisi kuantitatif mereka ingin melihat penyakit-penyakit apa yang sering dihadapi dari kondisi yang ada. Selanjutnya mereka  melakukan workshop yang terkait dengan perilaku lingkungan bersama masyarakat sambungnya.

“ Sambutan masyarakat  sangat terbuka dan antusias menerima kedatangan orang baru yang ingin bicara tentang cara hidup mereka. Masyarakat mengakui kondisi lapangan lah yang menyebabkan masyarakat harus berada dalam keadaan seperti itu. Tapi mereka juga mau berubah dengan harapan ada pihak yang turut andil dalam mengatasi problem lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari supaya bisa hidup lebih baik,” tutupnya.(fas)